no fucking license
Bookmark

Achzana Ilhamy Hadirkan Etos Kerja Nelayan Muncar dalam Seni Pertunjukan Majâng Untingan

Daras Filsafat
- Kecamatan Muncar merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang memiliki potensi ekonomi kelautan yang sangat tinggi, didukung oleh melimpahnya sumber daya perikanan serta tingginya aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Potensi tersebut tercermin dari keberadaan berbagai industri perikanan, seperti cold storage, pabrik pengolahan sarden, hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang mudah dijumpai di kawasan ini. Namun, di balik geliat industri tersebut, terdapat kehidupan para nelayan di tengah laut dengan etos kerja dan tradisi yang terus hidup hingga hari ini.

Di balik dinamika dan etos kerja masyarakat pesisir, terdapat sebuah kebiasaan yang sejak lama menarik perhatian Achzana Ilhami. Pria kelahiran Tembokrejo yang akrab disapa Ilham itu menjadikan fenomena tersebut sebagai titik tolak penciptaan karya seni pertunjukan yang ia beri judul Majhang Untingan, sebuah karya yang lahir dari pembacaannya terhadap tradisi nelayan Muncar, yakni cak-cak'an.

Cak-cak'an sendiri merupakan kebiasaan nelayan di Muncar yang merujuk pada aktivitas menarik jaring ikan secara bersama-sama di atas kapal setelah proses penangkapan di laut. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini sering diiringi teriakan, aba-aba, candaan, maupun ujaran spontan yang berfungsi menciptakan suasana kebersamaan dan kekompakan antar ABK (Anak Buah Kapal). Ia mengaku bahwa selama proses kreatifnya, dirinya juga ikut melaut bersama para nelayan. Keterlibatan langsung ini dilakukan agar dapat melihat dan merasakan sendiri kehidupan para ABK, termasuk menyaksikan proses cak-cak'an saat para nelayan menarik jaring ikan secara bersama-sama di tengah laut.

Cak-cak'an memperlihatkan bagaimana etos kerja nelayan Muncar sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong. Saat jaring ditarik bersama-sama di atas kapal, misalnya, tidak ada ruang bagi sikap individualis. Semuanya harus kompak. Toh, jika sikap itu muncul, pelakunya tak akan luput dari teriakan dan gertakan juragan yang mengomandoi di Anjungan (Tempat pemantauan juragan) kapal. Bahkan, tak segan-segan ia akan dilempari apa pun kepadanya, begitu ujar pria kelahiran Muncar tersebut.

Melalui karya Majhang Untingan ini, Ilham ingin mengajak publik, khususnya masyarakat Muncar
melihat sisi lain kebudayaan Banyuwangi. Selama ini, Gandrung memang telah menjadi identitas yang melekat kuat pada Banyuwangi. Namun, di Kecamatan Muncar terdapat cak-cak'an yang masih terus hidup sebagai bagian dari keseharian nelayan, sebuah tradisi yang memperlihatkan bagaimana kerja keras, kebersamaan, dan solidaritas dijalankan dalam praktik sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam cak-cak'an tidak kalah penting untuk dikenali dan diapresiasi sebagai bagian dari kekayaan budaya Banyuwangi.

Daras Filsafat Muncar

Posting Komentar

Posting Komentar